Hujan di Lain Waktu
Dulu, siang siang, aku bermain hujan.
Dulu, siang siang, aku, dan kau kasmaran.
Dulu siang siang, aku masih bersamamu, sayang.
Sekarang, siang siang, aku masih bermain hujan.
Bedanya, sekarang aku bermain sendirian.
Bedanya, sekarang aku kesepian.
Sekarang, kalau hujan, aku mengenang.
Sekarang, kalau hujan, yang muncul kenangan.
bukan genangan.
Sekarang, kalau hujan, air mata yang berlinang, bukan air biasa yang berjatuhan.
Sekarang, semua hilang.
Hanya sisa sampah residu yang harus dimusnahkan.
Namun ia enggan untuk menghilang.
Kalau hujan, aku rindu kamu.
Sekarang, kalau hujan, aku bermain dengan bayangan kamu.
Bayangan maya, semu.
Aku tertikam halu.
Kenyataannya bahwa kamu sudah berlalu.
- Pi, puisi di pagi menuju siang hari, dalam kelas, saat cuaca gerimis, tahun lalu.
Komentar
Posting Komentar